Portal7.my.id || MOJOKERTO – Dugaan praktik “tangkap lepas” kembali menyeret nama institusi penegak hukum di Kabupaten Mojokerto. Kali ini, sorotan publik mengarah pada jajaran Satresnarkoba Polres Mojokerto Kabupaten menyusul beredarnya informasi soal penanganan seorang pria asal Surabaya bernama Hafidz yang disebut sempat diamankan terkait dugaan peredaran obat-obatan terlarang jenis Cytotec dan pil koplo.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Hafidz diduga diamankan petugas pada 14 April 2026. Namun, belum genap menjadi perhatian luas, yang bersangkutan disebut telah kembali bebas dalam waktu singkat.
Situasi itu memantik pertanyaan publik. Pasalnya, dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan peredaran obat keras dan narkotika, proses hukum lazimnya berjalan melalui serangkaian pemeriksaan ketat, gelar perkara, hingga penetapan status hukum secara terbuka.
Yang lebih mengundang perhatian, beredar kabar adanya dugaan penyerahan uang sebesar Rp30 juta yang disebut-sebut berkaitan dengan pelepasan tersebut.
Jika informasi ini benar, maka persoalan tersebut bukan lagi sekadar dugaan pelanggaran prosedural, melainkan dapat menjadi preseden buruk bagi integritas penegakan hukum di wilayah Mojokerto.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Satresnarkoba Polres Mojokerto Kabupaten belum memberikan respons resmi.
Diamnya aparat atas isu serius seperti ini justru menimbulkan tafsir yang semakin liar di ruang publik. Ketika pertanyaan publik tidak dijawab, kepercayaan terhadap institusi penegak hukum menjadi taruhannya.
Polres Mojokerto Kabupaten semestinya tidak membiarkan dugaan ini menggantung tanpa kepastian. Jika informasi tersebut tidak benar, maka klarifikasi terbuka adalah langkah tepat untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Sebaliknya, apabila terdapat pelanggaran dalam proses penanganan perkara, publik berhak mengetahui dan menuntut pertanggungjawaban.
Kini masyarakat menunggu: akankah Satresnarkoba Polres Mojokerto Kabupaten menjawab secara terbuka, atau memilih bungkam di tengah derasnya dugaan yang terus bergulir?
(Red)
View
