POLISI MILITER KODAERAL V PERKUAT SINERGI PENANGGULANGAN PEREDARAN DAN PERDAGANGAN ILEGAL SATWA LIAR

Admin Media
0


Portal7.my.id || Surabaya, 26 Agustus 2026 — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V melalui Polisi Militer Kodaeral V mengikuti Video Conference (Vicon) Sosialisasi dan Upaya Membangun Kolaborasi dalam Penanggulangan Peredaran dan Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Indonesia yang berlangsung berlangsung di Ruang Rapat Pom Kodaeral V, Surabaya. Rabu (26/8/2026). 


Kegiatan yang dipimpin oleh Danpuspomal Mayjen TNI (Mar) Harry Indarto diwakili Wadanpuspomal Laksma TNI Khoirul Fuad tersebut dihadiri oleh Danpom Kodaeral V Kolonel Laut (PM) Andre Thomas Alexander, M.Tr. Opsla., Kasubdis Idik Mayor Laut (PM) Anton Sugiharto, Kasubdis Lidkrim Mayor Laut (PM) Suprapto, Lettu Laut (PM) Wartono, dan Lettu Laut (PM) Teofilus Haryanto, S.Tr.Han.


Dalam paparannya yang disampaikan oleh Wadanpuspomal, Danpuspomal menekankan pentingnya kolaborasi antara Polisi Militer TNI AL (POMAL) dengan Kementerian Kehutanan dalam mencegah dan menanggulangi peredaran serta perdagangan ilegal satwa liar. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun jejaring dan sinergitas antara TNI AL dan Kementerian Kehutanan sesuai kewenangan masing-masing.


Selain itu, kolaborasi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih erat serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai bentuk pelanggaran, khususnya penyelundupan satwa yang dilindungi. Dalam pelaksanaannya, setiap unsur diharapkan dapat menjalankan tugas secara proporsional, transparan, dan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.


Koordinasi yang baik, pertukaran informasi, serta penindakan yang tepat sasaran menjadi bagian penting dalam upaya bersama menjaga kekayaan alam Indonesia. Sinergitas antarlembaga diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan peredaran dan perdagangan ilegal satwa liar, khususnya melalui jalur laut.


Sementara itu, Direktur Penindakan Tindak Pidana Kehutanan dalam paparannya menyampaikan bahwa satwa liar merupakan kekayaan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan. Perlindungan terhadap satwa liar juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem serta nama baik dan harga diri Indonesia di mata dunia.


Penindakan terhadap tindak pidana satwa liar membutuhkan keterlibatan berbagai aparat penegak hukum dan lembaga pemerintah. Keberadaan satwa liar memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, antara lain dalam rantai makanan, penyebaran biji, hingga proses penyerbukan.


Dalam penanganan satwa yang dilindungi, POMAL memiliki peran sebagai aparat penegak hukum di lingkungan TNI AL, mendukung penegakan hukum di wilayah laut, berkoordinasi dengan instansi penegak hukum dan konservasi, serta mendukung pengamanan barang bukti dan proses hukum.


Melalui kegiatan sosialisasi dan kolaborasi ini, POM Kodaeral V berkomitmen mendukung upaya TNI AL dalam penegakan hukum dan keamanan di laut sekaligus memperkuat sinergitas dengan Kementerian Kehutanan, BKSDA, PPNS, serta instansi terkait lainnya dalam mencegah dan menanggulangi peredaran maupun perdagangan ilegal satwa liar.


Dinas Penerangan Kodaeral V.

(Red)

Baca Juga Artikel ini

View

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!